Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Teardrop Attack : Mengenal Teardrop dan Bagaimana Serangan Ini Bekerja

18.26.00


Kali ini saya akan membahas artikel ringan mengenai salahsatu serangan pada sebuah jaringan atau server. Sesuai judul, saya akan membahas tentang Teardrop Attack. Definisi Teardrop attack sendiri adalah suatu serangan bertipe Denial of Service (DoS) yang dapat menyerang server/komputer yang terhubung dalam suatu jaringan.

Bagaimana Serangan ini Bekerja ?
Cara kerja serangan ini adalah dengan mengirimkan paket terfragmentasi ke mesin target memanfaatkan fitur yang ada di TCP/IP yaitu packet fragmentation. Pada Teardrop sendiri hal ini menyebabkan pecahan pecahan yang terkirim tidak dapat dikimpulkan kembali oleh mesin target. Ini adalah jenis dari (DoS) serangan denial-of-service yang menguasai mesin target dengan data yang tidak lengkap sehingga korban crash.

Berikut skema dan penjelasannya :
Dalam suatu pengiriman data dari satu komputer ke komputer yang lain melalui jaringan berbasis TCP/IP, maka data tersebut akan dipecah-pecah menjadi beberapa paket yang lebih kecil di komputer asal, dan paket-paket tersebut dikirim dan kemudian disatukan kembali di komputer tujuan. Misalnya ada data sebesar 4000 byte yang ingin dikirim dari komputer A ke komputer B. Maka, data tersebut akan dipecah menjadi 3 paket.

Di komputer B, ketiga paket tersebut diurutkan dan disatukan sesuai dengan OFFSET yang ada di TCP header dari masing-masing paket. Terlihat di atas bahwa ketiga paket dapat diurutkan dan disatukan kembali menjadi data yang berukuran 4000 byte tanpa masalah.


Dalam teardrop attack, penyerang melakukan spoofing terhadap paket-paket yang dikirim ke server yang hendak diserangnya, sehingga misalnya menjadi demikian:


Terlihat di atas bahwa ada jeda/celah dan overlap pada waktu paket-paket tersebut di-reasembble. Byte 1501 sampai 1600 tidak ada, dan ada overlap di byte 2501 sampai 3100. Pada waktu server yang tidak terproteksi menerima paket-paket demikian dan mencoba menyatukannya kembali, server akan kebingungan dan akhirnya crash.

Namun, perangkat jaringan modern dapat mendeteksi perbedaan ini dalam paket terfragmentasi. Setelah mereka mendeteksi masalah, maka paket tersebut akan dilepas atau tidak dikirim.

Oke mungkin sekian dulu artikel kali ini, semoga bermanfaat. Jangan lupa share biar banyak yang tau.

SteamOS, Distro Linux Untuk Para Gamers

17.50.00
Kali ini saya akan membahas distro Linux yang cocok bagi kalian pecinta game dari Steam. Yup SteamOS. Distro Linux turunan Debian ini merupakan Sistem Operasi berbasis Linux dari Steam, distributor permainan digital milik Valve.


Nah kali ini saya akan mencoba instalasi SteamOS ini di VMware. Pada dasarnya instalasi langsung ke harddisk atau dualboot hampir sama jadi bisa kalian ikuti langkah langkah nya.
Pertama, di opsi instalasi ada pilihan Automated dimana instalasi akan dilakukan secara otomatis namun juga memformat disk kalian. Cocok buat yang beli laptop baru dan disk nya masih kosong.
Nah kedua adalah Expert Install, dimana akan ada banyak opsi seperti pemilihan kapasitas disk dll.
Kita pilih yang kedua, Expert Install.
Pilih bahasa instalasi lalu klik continue.
Tunggu proses deteksi hdd
Nah sekarang tahap pengaturan partisi. Kita bisa menginstall SteamOS ini di satu partisi jadi semua nya di simpan pada " / " ( root ) , atau /home dipisah, atau /var juga dipisah.
Untuk tutorial ini saya pilih yang All files in one partition.
Lalu pilih Finish dan klik Continue
Lalu tunggu proses instalasi. Disini enaknya SteamOS adalah driver VGA juga langsung dikonfigurasi termasuk NVDIA dan AMD sehingga tidak perlu konfigurasi manual seperti kebanyakan distro Linux.
Selanjutnya pilih DE yang akan diinstall.
Untuk GRUB Loader bisa kalian install jika ada lebih dari satu sistem operasi yang terinstall.
Nah berikut tampilan dari SteamOS

Terdapat aplikasi Steam Client serta Valve Bug Reporter. Untuk aplikasi lain seperty python, perl, dan aplikasi default gnome juga sudah terinstall. Jika kalian tertarik, kalian bisa download di link berikut : Download SteamOS

Akan tetapi saat ini hanya tersedia versi 64-bit saja.
Setelah ini kalian bisa menginstall game dari steam di SteamOS.

ElementaryOS Freya 0.3.2, Linux Bernuansa Mac OS

11.37.00
Kali ini saya mencoba sistim operasi yang bisa dibilang mirip dengan sistem operasi Mac OS, yaitu elementaryOS. elementaryOS ini adalah turunan dari Ubuntu 14.04. Kali ini saya mencoba elementaryOS dengan sandi nama Freya dengan versi 0.3.2. Berikut tampilan elementaryOS.


Penggunaan resource hampir sama dengan Ubuntu, masih dibawah satu gigabyte. Tetapi saya menyarankan anda jika ingin menggunakan sistim operasi ini minimal komputer/laptop anda memiliki ram 2GB atau lebih.


Saya menggunakan laptop berspesifikasi Intel Celeron N2840 64bit dengan RAM 2GB. Dan bisa dibilang sangat lancar. Tidak ada lag.

elementaryOS ini menggunakan Desktop Environtmentnya sendiri yang dinamakan Pantheon. Distro ini juga mendukung Multitasking View, Workspace seperti di Ubuntu. Dan juga elementaryOS ini juga sudah bisa diinstal di komputer / laptop yang menggunakan sistim UEFI.

Mencoba Kubuntu 16.04 di RAM 2GB

11.32.00
Kubuntu adalah salah satu varian dari Ubuntu, Kubuntu menggunakan Desktop Environment KDE. Di versi 16.04, Kubuntu menggunakan KDE Plasma, animasi nya yang smooth, dan juga bisa dibilang sangat user-friendly. Kubuntu bisa dibilang cocok untuk user yang mau berpindah dari Windows ke Linux. Berikut beberapa tampilan dari Kubuntu 16.04.

Desktopnya yang minimalis, serta taskbar dibawah yang bisa dikustomisasi.

Nah dibawah ini tampilan dari terminal/konsol di Kubuntu.

Dolphin, Konsole

Kubuntu ini menggunakan Dolphin untuk filemanagernya. Amarok untuk music player, dan masih banyak yang lainnya. Selain tampilannya minimalis, enak dilihat, Kubuntu juga ini bisa dibilang lebih ringan dari Ubuntu yang menggunakan Unity.

Jika tertarik kalian bisa download di Kubuntu Official .
Oke sekian review kali ini. semoga bermanfaat. Jangan lupa share dan subscribe untuk mendapat info GNU/Linux terbaru.

Mencoba Ubuntu 16.04 LTS di RAM 2GB

13.58.00
Kali ini saya akan mereview distro linux yang bisa dibilang sangat mainstream, Ubuntu. Tetapi saya mencoba Ubuntu 16.04 ini di laptop RAM hanya 2GB dengan UEFI (otomatis 64bit).


Spesifikasi yang saya gunakan untuk test Ubuntu 16.04 ini adalah sebagai berikut.

Ukuran swap hanya 4GB, dan menggunakan HDD bukan SSD. 

Pertama, Dash atau Launcher sangat lancar, tidak ada lag sama sekali ketika test. Proses pencarian lumayan cepat dibandingkan versi sebelumnya yaitu 14.04.


Surfing Web menggunakan Firefox sambil mendengarkan musik lewat Rhythmbox terasa ringan, bahkan bisa membuka sampai belasan tab sekaligus.

Proses update ketika pertama kali terhubung ke internet agak lama dikarenakan settingan default yang meminta update setiap hari dan langsung mendownload updatenya. Tetapi bisa dinonaktifkan di Sofware & Updates.

Untuk pre-installed software lainnya sama dengan versi sebelumnya.